Pembelajaran Seekor Kucing


Telah datang seorang Sufi di depan rumah seorang lelaki.

Sufi itu terkejut saat mendapati lelaki itu sedang memukul seekor kucing.


Seorang Sufi itu bertanya kpd lelaki tersebut "kenapa kamu pukul kucing yg lemah ini...?"


Jawab lelaki tersebut "aku telah menemukannya di sebuah lorong ketika ia dlm keadaan yg sangat lemah dan kedinginan, kemudian aku mengambilnya dan memberinya makanan serta minuman.


Aku pelihara sehingga ia benar2 sehat, tetapi ketika ia sdh sehat, ia membuang najis (kotorannya) di sembarang tempat di rumahku"


Kemudian berkatalah Sufi tersebut "Ini sebenarnya peringatan dan tamsilan antara kita dg Allâh.


DIA telah memelihara kita sejak dari kecil bahkan sejak kita dlm kandungan dlm  kondisi yg sangat lemah dan dha'if, lalu Allah beri kita makan, minum, pakaian dan segalanya


Tetapi setelah begitu banyak kebaikan dan nikmat Allah yg kita rasakan, kita durhaka kpd-Nya, kita abaikan perintah-Nya, kita lakukan larangan-Nya, kita merasa sdh tidak butuh lagi dg pertolongan-Nya. 


Lihatlah....!!! betapa baik-Nya Allâh, betapa sabar-Nya DIA, betapa lembut-Nya DIA dan rahmat-Nya msh tetap diberikan, walaupun kita sering durhaka kpd-Nya.


Kita sering menipu DIA, sering mendustakan nikmat-Nya, karena kita sering menganggap bhw harta yg kita punya adalah hasil jerih payah kita, tak ada campur tangan Allah, tak ada anugerah Allah, kita bohong disana bohong disini


Namun DIA masih belum mau menyiksa atau memukul kita dg azab-Nya, DIA msh menunggu kesadaran kira, taubat kita, pengakuan salah kita yg ditandai dg Istighfar penuh dg penyesalan..."


Kemudian laki2 yg memukuli Kucing itu menangis, tersadar dan beristighfar karena mengingat segala dosa dan kesalahannya terhadap Allah.


Jika ia lambat diperingatkan oleh si Sufi itu, sudah tentu semua perbuatannya itu harus dipertanggung jawabkan di mahkamah Allâh kelak karena sdh menyiksa seekor Kucing yg tdk berakal.


Renungkan lah diri kita.. sdh berapa banyak kah kita membuang "najis" di bumi-Nya Allâh...?


Sdh berapa banyak orang yg kita sakiti, kita zalimi, kita ghibah, kita caci maki bahkan kita fitnah padahal mereka blm tentu bersalah dan bersifat seperti itu sehingga kita dg bangga menjauhinya bahkan merasa bersyukur karena telah berpisah dari persahabatan dg-nya


استغفر الله العظيم


Marilah kita sama2 bermuhasabah dan menginsafi diri kita menjelang masuknya bln suci Ramadhan yg sdh diambang pintu, kita mohon maaf atas segala khilaf dan salah, serta kita syukuri segala nikmat pemberian-Nya dg menyisihkan sebagian titipan Allah yg ada pada kita utk menyantuni anak2 yatim dan kaum dhuafa...


لا تؤخر عمل اليوم إلى الغد لعل الغد يأتيك وأنت فى اللحد

Jangan menunda kebaikan sampe esok hari, sebab kita tak pernah tau, ketika esok hari datang, kita sdh berada di liang lahat (Asy-Syekh Abi Bakar Bin Salim).


Komentar